Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Anything

Introvert?

Udah lama gue pengen nulis disini, tapi selalu terhalang oleh berbagai hal. Dan akhirnya sore ini, gue menyempatkan diri untuk nulis disini (btw gue masih diem di meja kerja nih, padahal yang lain udah pulang dari beberapa jam yang lalu). Guys, akhir-akhir ini gue makin menyadari kalau gue itu orangnya introvert. Oke, ini emang random banget gue ngebahas hal ini, tapi gimana ya gue lagi pengen aja ngebahas ini.  Udah cukup lama gue baca perbedaan antara orang yang introvert dan ekstrovert, dan semakin banyak gue baca semakin gue sadar kalau gue itu emang introvert. Terus apa masalahnya? Hmm, sebenernya ngga apa-apa sih, cuma kadang ngga banyak orang yang bisa memahami gue.

Hello, Blog!

Helloooo, Blog! Lama banget yah aku ngga nulis di sini. Dari tanggal yang tertera di postingan terakhir sih udah hampir setaun ya. Wah, wah, ngerasa jadi blogger pasif deh *emang iya keleeus* . Padahal selama setaun ini, ada buanyaaaaaaaak banget peristiwa-peristiwa penting yang seharusnya sih bisa jadi topik menarik untuk sebuah tulisan. Mulai dari perjalanan masa perkuliahan, PPL-skripsi-sidang-wisuda, yups semua itu telah terlewati sekarang, sampai dengan perjalanan kehidupan yang memberikan banyak pelajaran *ciee gituuu*

My Passion Is

Berbicara tentang passion, hmm sebenarnya apa sih arti passio n itu? Kita mungkin sering mendengarnya, tapi tidak semua dari kita tau apa maknanya. Barusan saya mencari artinya di kamus, ternyata " passion kb. 1 nafsu, keinginan besar. to have a p. for work bernafsu bekerja. 2 kegemaran (for pada) ". Lalu, muncullah pertanyaan lain, apa sebenarnya passion saya? Di usia saya yang sudah berkepala dua, tepatnya duapuluhsatutahun ini - bahkan satu bulan lagi usia saya akan bertambah -, saya masih bertanya-tanya apa sebenarnya passion saya. Mengetahui apa passion dari diri sendiri itu cukup penting, karena nantinya kita bisa lebih menikmati hidup dengan melakukan berbagai hal sesuai dengan passion yang kita milikki.

Pilihan

" ... dan pada akhirnya, aku akan selalu bersyukur atas semua yang telah menjadi pilihanku saat ini. " Pilihanku untuk tidak memilihmu mungkin sempat menjadi sesuatu hal yang sulit saat itu.  Bagaimana bisa aku memilih untuk menjauhkan berbagai alasan kebahagiaanku?  Ah, tapi itu hanya pikiran dangkalku saja.  Nyatanya aku semakin bahagia sekarang.    Melihat apa yang terjadi, aku semakin yakin bahwa pilihanku tidak salah. Dan aku, mulai mengenal lagi rasa-rasa aneh yang dulu pernah ada.  Rindu tak menentu.  Harap-harap cemas dalam sebuah penantian.  Keingintauan yang mendalam.  Tentang seseorang lain yang mungkin entah akan menjadi siapa suatu saat nanti.   Atau akankah semua ini hanya berujung pada sebuah kekaguman sesaat lagi?

FINALLY I FOUND HIM!

Lagi pengen posting, tapi masih rada bingung mau posting apaan.  Aaah, yasudah, posting random ajah yuks! (y) Sering banget terlintas di pikiran dan angan-angan nih kalo suatu saat nanti gue bakal menemukan seorang pria yang punya sifat-sifat atau kepribadian yang mirip ama gue, hahahaha, bakalan gimana ya jadinya? Apakah nanti kita bakalan cocok, atau malah ngga cocok? </3 Duh, tapi pengeeeeeen banget ketemu orang yang kaya gitu, yah gapapa deh walo cuma sebagai temen juga :D Hayoo yang kayak gimana? :P

MENUNGGU atau BERUSAHA?

Mana yang lebih sulit, MENUNGGU dia yang kamu cintai mencintaimu atau BERUSAHA mencintai dia yang mencintaimu? Kemarin-kemarin pas lagi buka twitter, ada pertanyaan itu dari akun @pepatah.  Wah, jleb banget pertanyaannya, soalnya rada sesuai sama tulisan saya sebelum ini ya, hmm.  Pas nyoba jawab sendiri, sempet bingung jadinya.  Entahlah, rasanya keduanya sama-sama sulit.  Yang tidak sulit itu ya mencintai orang yang juga mencintai kita, betul?  Tapi, kalau memang dipaksa harus memilih, sejauh ini sih menurut pengalaman, lebih sulit buat saya untuk BERUSAHA mencintai orang yang mencintai saya.  Hmm, saya lebih suka MENUNGGU dia yang saya cintai buat mencintai saya.  Yah, begitulah.  Saya lebih suka merasakan perasaan

Hatiku Mencoba Berbalik Arah

"Nanti, ketika dia yang kamu kejar selama ini tak bisa kamu raih, akankah kamu berbalik arah pada dia yang selama ini mengejarmu? Akankah? Semudah itukah?" Kamu selalu berpikir bahwa kamulah orang yang paling menyedihkan. Kamulah orang yang paling pantas untuk dikasihani. Kamulah orang yang paling sering terabaikan . Kamu bilang, "Aku memang tidak pantas dicintai. Setiap orang yang aku cintai tidak pernah membalas perasaanku. Cintaku selalu bertepuk sebelah tangan. Menyedihkan sekali, bukan? Apa susahnya sih dia menanggapi perhatianku sedikit saja. Tidak dingin seperti itu. Apa susahnya sih mencoba untuk mencintai aku, lama-lama kan juga akan terbiasa. Memang masih kurang ya perhatian yang selama ini aku tunjukkan? Memang aku pernah membuat salah apa sampai-sampai dia membuat jarak sejauh itu? " Tapi pernahkah

Karena Sesungguhnya Kegeeran Itu Ialah Hak Setiap Orang!

"Karena sesungguhnya kegeeran itu ialah hak setiap orang. Dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas perasaan harus dihapuskan.' Ah, aku memang selalu kegeeran kalo berurusan tentang kamu. Kemarin saja, saat kamu update status dengan setiap #nomention, entah kenapa rasanya itu selalu buat aku. Bagaimana tidak, kamu selalu muncul setiap aku muncul di timeline. Padahal aku juga tau kalo kamu pasti selalu memantau timeline sepanjang waktu, tapi kenapa harus update status setiap kali aku muncul saja? :)) Lalu, akhir-akhir ini kenapa rasanya selalu ada 'Something In The Way You Look At Me'? Matamu seperti lebih berbicara saat kita bertegur sapa. Sikapmu

Kegagalan = Cambuk Semangat?

Benarkah kita harus mengalami sebuah kegagalan terlebih dahulu agar semangat dalam diri kita menjadi semakin kuat? Dulu, saya sempat bingung akan pertanyaan di atas. Menurut saya, 'Kenapa harus menunggu gagal dulu baru kita semangat? Kenapa tidak berusaha dari awal saja agar nantinya tidak akan pernah ada kata gagal itu?'  Saya cenderung berpikiran begitu karena mungkin sejauh itu saya belum benar-benar merasakan apa sebenarnya makna sebuah kegagalan. Tapi, Allah memang selalu mempunyai banyak cara untuk membuat hamba-Nya sadar. Yah, kadang, manusiawi memang kalau rasa malas dalam diri itu lebih besar dari keinginan untuk maju, dan bergerak menjauhi sebuah kegagalan. Saya pernah mengalami itu, sehingga tidak dapat dipungkiri kalau saya mengalami sebuah kegagalan. Kegagalan = masalah = kenyataan tidak sesuai dengan

Konsumsi Air untuk Melawan Kegemukan

Perlu disadari bahwa pengurangan berat badan adalah suatu proses yang memerlukan waktu.  Menempelnya lemak dalam jaringan adiposa tubuh biasanya sudah berlangsung bertahun-tahun sejak kita menerapkan pola makan yang salah, yaitu kalori yang masuk ke dalam tubuh berlebihan, tetapi hanya sedikit yang dikeluarkan.  Oleh sebab itu, berdiet dengan cara apa pun memerlukan kesabaran. Jika anda makan tidak berlebihan dan berolahraga secara cukup, tetapi ternyata tetap menderita kegemukan, jangan-jangan anda kurang minum air.  Air disebut-sebut sebagai katalis penting untuk menurunkan berat badan. Dengan minum air, orang akan mengendalikan nafsu makannya. 

Mencintaimu, pagi, siang, malam.

Ini salah satu puisi dari  Andrei Aksana yang aku suka :) Maknanya dalem dan mengena :) Karena suaramu adalah keteduhan, aku mencintaimu dalam diam . Karena semua yang terpendam Tak ternilai harganya, Biar aku juga memendam. Mencintaimu diam-diam . Aku bersembunyi dibalik kata-kata, Tempatku mengagumi tanpa ketahuan.

Lirik Lagu Tak Pernah Setengah Hati - Tompi

Tak pernah setengah hati kumencintaimu ku memiliki dirimu Setulus-tulusnya jiwa kuserahkan semua hanya untukmu Tak pernah aku niati untuk melukaimu atau meninggalkan dirimu Sesalku selalu bila tak sengaja aku buat kau menangis Memiliki mencintai dirimu kasihku tak akan pernah membuat diriku menyesal Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu Memiliki mencintai dirimu kasihku tak akan pernah membuat diriku menyesal Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkanmu

Terkadang

Terkadang, kami wanita selalu merasa serba salah dalam usaha untuk menegarkan diri. Kami tersakiti.  Kami terluka.  Kami dicampakkan. Kami disia-siakan. Namun kami tetap tersenyum, tertawa, biasa. Terkadang. Terkadang, mereka yang membuat kami begini, tidak menyadarinya, sedikitpun.  Mereka pikir kami memang benar-benar tegar. Kami kuat. Kami hebat. Kami punya perasaan sekokoh baja. Terkadang. Terkadang, hanya kami sendirilah yang dapat memberi obat penenang pada perasaan gundah kami. Bukan kamu, bukan dia, apalagi mereka. Terkadang, usaha kami inilah yang sebenarnya membuat kami merasa kesusahan sendiri. Mereka pikir kami baik-baik saja. Tapi, tidak pernah seperti itu kenyataannya.

A Dreamer

I am a dreamer. Yes, an illusionist. Aku selalu berkhayal ketika kamu dengan sengaja membuka blog ini dan membacanya kata demi kata, serta makna demi makna.  Hanya karena kamu sebegitu ingin taunya segala tentang aku, tentang hidupku. [ Bukan karena kamu dengan tak sengaja menemukannya di situs pencarian Google ]. Aku memang pemimpi. Selalu membayangkan kamu yang memang secara diam-diam telah menguntitku  sejak lama. Kamu memperhatikan setiap detail tanda-tanda keberadaanku di Twitter atau Facebook.  Kamu yang menungguku muncul disana dengan harap-harap cemas, kamu yang menjadikan alamat profilku sebagai bookmark yang selalu dikunjungi. Dan karena didorong sikap keingintauanmu itu, kamu mencari-cari sesuatu yang baru di profile Facebook ku, lalu kamu pun menemukan alamat ini disana. Ya, aku dengan sengaja menaruhnya sembunyi-sembunyi disana, seminggu yang lalu. Agar kamu mencarinya, lalu menemukannya, kemudian