Skip to main content

Introvert?

Udah lama gue pengen nulis disini, tapi selalu terhalang oleh berbagai hal. Dan akhirnya sore ini, gue menyempatkan diri untuk nulis disini (btw gue masih diem di meja kerja nih, padahal yang lain udah pulang dari beberapa jam yang lalu). Guys, akhir-akhir ini gue makin menyadari kalau gue itu orangnya introvert. Oke, ini emang random banget gue ngebahas hal ini, tapi gimana ya gue lagi pengen aja ngebahas ini. 

Udah cukup lama gue baca perbedaan antara orang yang introvert dan ekstrovert, dan semakin banyak gue baca semakin gue sadar kalau gue itu emang introvert. Terus apa masalahnya? Hmm, sebenernya ngga apa-apa sih, cuma kadang ngga banyak orang yang bisa memahami gue.

Gue lebih suka sendirian daripada harus bareng-bareng sama orang yang kurang gue suka. Jadi gue lebih milih diem daripada ngegabung ke kelompok orang yang ngga terlalu nyaman buat gue. Kadang mungkin bagi orang lain gue terkesan sombong atau ngga supel, tapi mau gimana lagi? Rasanya batere semangat gue menurun drastis kalau gue lagi di tempat yang rame tapi bareng sama orang-orang yang kurang 'klop' sama gue. Dan susahnya lagi gue sangat sulit menemukan orang yang seperti itu.

Gue orangnya ngga bisa basa-basi. Somehow gue pengen bisa kayak orang lain yang bisa dengan mudahnya basa-basi atau ngobrol ringan ke orang lain. Tapi gue ngga bisa, rasanya gue harus mikir banyak dulu buat mengeluarkan kata-kata. Di otak gue penuh dengan pertanyaan apakah bagus kalau gue ngomong begini? Apakah dia ngga akan tersinggung? Dan sebagainya sebagainya.

Kadang gue ngerasa awkward kalau lagi di tempat yang baru. Gue ngerasa orang lain memandang aneh ke gue. Daaaaan dengan cueknya gue biarin aja itu semua. Gue mending segera pergi dari tempat itu, dan milih diem di pojokan, wkwk.

Gue lebih sering menyimpan apa yang sedang gue rasain sendiri, daripada harus membaginya ke orang lain secara langsung. Gue males mendengar tanggapan orang tentang gue.

Duh, gue bener-bener introvert kah?


Comments

Popular posts from this blog

Pilihan

" ... dan pada akhirnya, aku akan selalu bersyukur atas semua yang telah menjadi pilihanku saat ini. " Pilihanku untuk tidak memilihmu mungkin sempat menjadi sesuatu hal yang sulit saat itu.  Bagaimana bisa aku memilih untuk menjauhkan berbagai alasan kebahagiaanku?  Ah, tapi itu hanya pikiran dangkalku saja.  Nyatanya aku semakin bahagia sekarang.    Melihat apa yang terjadi, aku semakin yakin bahwa pilihanku tidak salah. Dan aku, mulai mengenal lagi rasa-rasa aneh yang dulu pernah ada.  Rindu tak menentu.  Harap-harap cemas dalam sebuah penantian.  Keingintauan yang mendalam.  Tentang seseorang lain yang mungkin entah akan menjadi siapa suatu saat nanti.   Atau akankah semua ini hanya berujung pada sebuah kekaguman sesaat lagi?

Cerita Tentang Persiapan Pernikahan

"Menyiapkan pernikahan? Let's do it!" Udah hampir tujuh bulan sejak acara lamaran kemarin, dan aku pengen nyeritain tentang persiapan pernikahan yang udah aku jalani. And the day tinggal menghitung hari, ngga sampe dua bulan lagi aku bakal nikah. Oh my God, it's not a dream right? Sebenernya mempersiapkan pernikahan itu gampang-gampang susah sih. Ribet-ribet simpel. Dan yang paling penting tuh jangan dibuat stress, kita harus happy saat mempersiapkannya.