Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Love

Pilihan

" ... dan pada akhirnya, aku akan selalu bersyukur atas semua yang telah menjadi pilihanku saat ini. " Pilihanku untuk tidak memilihmu mungkin sempat menjadi sesuatu hal yang sulit saat itu.  Bagaimana bisa aku memilih untuk menjauhkan berbagai alasan kebahagiaanku?  Ah, tapi itu hanya pikiran dangkalku saja.  Nyatanya aku semakin bahagia sekarang.    Melihat apa yang terjadi, aku semakin yakin bahwa pilihanku tidak salah. Dan aku, mulai mengenal lagi rasa-rasa aneh yang dulu pernah ada.  Rindu tak menentu.  Harap-harap cemas dalam sebuah penantian.  Keingintauan yang mendalam.  Tentang seseorang lain yang mungkin entah akan menjadi siapa suatu saat nanti.   Atau akankah semua ini hanya berujung pada sebuah kekaguman sesaat lagi?

FINALLY I FOUND HIM!

Lagi pengen posting, tapi masih rada bingung mau posting apaan.  Aaah, yasudah, posting random ajah yuks! (y) Sering banget terlintas di pikiran dan angan-angan nih kalo suatu saat nanti gue bakal menemukan seorang pria yang punya sifat-sifat atau kepribadian yang mirip ama gue, hahahaha, bakalan gimana ya jadinya? Apakah nanti kita bakalan cocok, atau malah ngga cocok? </3 Duh, tapi pengeeeeeen banget ketemu orang yang kaya gitu, yah gapapa deh walo cuma sebagai temen juga :D Hayoo yang kayak gimana? :P

Karena Sesungguhnya Kegeeran Itu Ialah Hak Setiap Orang!

"Karena sesungguhnya kegeeran itu ialah hak setiap orang. Dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas perasaan harus dihapuskan.' Ah, aku memang selalu kegeeran kalo berurusan tentang kamu. Kemarin saja, saat kamu update status dengan setiap #nomention, entah kenapa rasanya itu selalu buat aku. Bagaimana tidak, kamu selalu muncul setiap aku muncul di timeline. Padahal aku juga tau kalo kamu pasti selalu memantau timeline sepanjang waktu, tapi kenapa harus update status setiap kali aku muncul saja? :)) Lalu, akhir-akhir ini kenapa rasanya selalu ada 'Something In The Way You Look At Me'? Matamu seperti lebih berbicara saat kita bertegur sapa. Sikapmu

Cukup Begitu Saja, Aku Sudah Senang!

Rasanya diperhatikan itu menyenangkan ya? Apakah selamanya berlaku seperti itu? Bagaimana kalau bukan kamu yang melakukannya? Huuufth, ternyata hanya kamu yang bisa melakukan hal yang menyenangkan seperti itu. Yang  memperlihatkan perhatian sekecil apapun itu, akan selalu menyenangkan. Hal sepele mungkin menurutmu, tapi bagiku tidak. Asal kamu tau saja ya, aku selalu senang bila kamu menunjukkan padaku bahwa kamu ternyata memperhatikanku. Itu menyenangkan. Itu bisa membuat kupu-kupu di perutku beterbangan kegirangan. Bukan perhatian manis seperti seorang lelaki kepada wanitanya. Memang bukan yang seperti itu. Tidak seperti, "Kamu sudah

Doa Pengagum Rahasia

"Bersyukurlah kalian yang memiliki pengagum rahasia, karena nama kalian akan selalu ada di setiap doanya" Apakah selalu yang terpendam itu pasti lebih tulus? Entahlah. Tak yang yang tau pasti tentang arti sebuah ketulusan. Tapi, aku begitu, kurasa . Biarlah tak ada yang tau tentang rasaku. Tentang kodeku. Tentang sakitku. Tentang cemburuku. Tentang senyumku. Karena kupikir, mungkin

Mencintaimu, pagi, siang, malam.

Ini salah satu puisi dari  Andrei Aksana yang aku suka :) Maknanya dalem dan mengena :) Karena suaramu adalah keteduhan, aku mencintaimu dalam diam . Karena semua yang terpendam Tak ternilai harganya, Biar aku juga memendam. Mencintaimu diam-diam . Aku bersembunyi dibalik kata-kata, Tempatku mengagumi tanpa ketahuan.

Lirik Lagu Tak Pernah Setengah Hati - Tompi

Tak pernah setengah hati kumencintaimu ku memiliki dirimu Setulus-tulusnya jiwa kuserahkan semua hanya untukmu Tak pernah aku niati untuk melukaimu atau meninggalkan dirimu Sesalku selalu bila tak sengaja aku buat kau menangis Memiliki mencintai dirimu kasihku tak akan pernah membuat diriku menyesal Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu Memiliki mencintai dirimu kasihku tak akan pernah membuat diriku menyesal Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkanmu

Hujan.. yang Membuatku Terjebak di Hatinya..

Hujan itu adalah hujan milik bulan Januari. Butir-butirnya kecil, tetapi jatuh di tanah pegunungan secara tak beraturan. Refleks, tubuhku menggigil dan tanganku membeku. Udara dataran tinggi yang memang sudah tak wajar itu, ditambah dengan nuansa hujan yang jatuh perlahan, membuat tubuhku tak dapat menahannya. Dan dia ada disana.  Dia melihatku kedinginan. Dia memperhatikan tanganku yang berusaha mencari tempat persembunyian. Dia mendapati bibirku yang seolah kesulitan lagi untuk berkata-kata.

Di Balik Jendela Kelas

Jendela. Ingatanku melayang ke momen beberapa taun silam. Di suatu masa ketika aku memperhatikanmu diam-diam di balik jendela itu. Kelas kita berbeda, tapi kau selalu melewati jendela kelasku sebelum menuju ke kelasmu. Entah apa itu, pertanda ataukah kode, atau sinyal mungkin, setiap kau melewatinya, bahkan ketika aku sedang asik memperhatikan penjelasan guru sekalipun, mataku pasti melirik ke tempat bayanganmu lewat, sekilas. Dan seketika itu sesuatu di dadaku ini berdebar lebih cepat dari biasanya. Sesederhana itu.