Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Feeling

Hello, Blog!

Helloooo, Blog! Lama banget yah aku ngga nulis di sini. Dari tanggal yang tertera di postingan terakhir sih udah hampir setaun ya. Wah, wah, ngerasa jadi blogger pasif deh *emang iya keleeus* . Padahal selama setaun ini, ada buanyaaaaaaaak banget peristiwa-peristiwa penting yang seharusnya sih bisa jadi topik menarik untuk sebuah tulisan. Mulai dari perjalanan masa perkuliahan, PPL-skripsi-sidang-wisuda, yups semua itu telah terlewati sekarang, sampai dengan perjalanan kehidupan yang memberikan banyak pelajaran *ciee gituuu*

MENUNGGU atau BERUSAHA?

Mana yang lebih sulit, MENUNGGU dia yang kamu cintai mencintaimu atau BERUSAHA mencintai dia yang mencintaimu? Kemarin-kemarin pas lagi buka twitter, ada pertanyaan itu dari akun @pepatah.  Wah, jleb banget pertanyaannya, soalnya rada sesuai sama tulisan saya sebelum ini ya, hmm.  Pas nyoba jawab sendiri, sempet bingung jadinya.  Entahlah, rasanya keduanya sama-sama sulit.  Yang tidak sulit itu ya mencintai orang yang juga mencintai kita, betul?  Tapi, kalau memang dipaksa harus memilih, sejauh ini sih menurut pengalaman, lebih sulit buat saya untuk BERUSAHA mencintai orang yang mencintai saya.  Hmm, saya lebih suka MENUNGGU dia yang saya cintai buat mencintai saya.  Yah, begitulah.  Saya lebih suka merasakan perasaan

Hatiku Mencoba Berbalik Arah

"Nanti, ketika dia yang kamu kejar selama ini tak bisa kamu raih, akankah kamu berbalik arah pada dia yang selama ini mengejarmu? Akankah? Semudah itukah?" Kamu selalu berpikir bahwa kamulah orang yang paling menyedihkan. Kamulah orang yang paling pantas untuk dikasihani. Kamulah orang yang paling sering terabaikan . Kamu bilang, "Aku memang tidak pantas dicintai. Setiap orang yang aku cintai tidak pernah membalas perasaanku. Cintaku selalu bertepuk sebelah tangan. Menyedihkan sekali, bukan? Apa susahnya sih dia menanggapi perhatianku sedikit saja. Tidak dingin seperti itu. Apa susahnya sih mencoba untuk mencintai aku, lama-lama kan juga akan terbiasa. Memang masih kurang ya perhatian yang selama ini aku tunjukkan? Memang aku pernah membuat salah apa sampai-sampai dia membuat jarak sejauh itu? " Tapi pernahkah

Karena Sesungguhnya Kegeeran Itu Ialah Hak Setiap Orang!

"Karena sesungguhnya kegeeran itu ialah hak setiap orang. Dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas perasaan harus dihapuskan.' Ah, aku memang selalu kegeeran kalo berurusan tentang kamu. Kemarin saja, saat kamu update status dengan setiap #nomention, entah kenapa rasanya itu selalu buat aku. Bagaimana tidak, kamu selalu muncul setiap aku muncul di timeline. Padahal aku juga tau kalo kamu pasti selalu memantau timeline sepanjang waktu, tapi kenapa harus update status setiap kali aku muncul saja? :)) Lalu, akhir-akhir ini kenapa rasanya selalu ada 'Something In The Way You Look At Me'? Matamu seperti lebih berbicara saat kita bertegur sapa. Sikapmu

Cukup Begitu Saja, Aku Sudah Senang!

Rasanya diperhatikan itu menyenangkan ya? Apakah selamanya berlaku seperti itu? Bagaimana kalau bukan kamu yang melakukannya? Huuufth, ternyata hanya kamu yang bisa melakukan hal yang menyenangkan seperti itu. Yang  memperlihatkan perhatian sekecil apapun itu, akan selalu menyenangkan. Hal sepele mungkin menurutmu, tapi bagiku tidak. Asal kamu tau saja ya, aku selalu senang bila kamu menunjukkan padaku bahwa kamu ternyata memperhatikanku. Itu menyenangkan. Itu bisa membuat kupu-kupu di perutku beterbangan kegirangan. Bukan perhatian manis seperti seorang lelaki kepada wanitanya. Memang bukan yang seperti itu. Tidak seperti, "Kamu sudah

Doa Pengagum Rahasia

"Bersyukurlah kalian yang memiliki pengagum rahasia, karena nama kalian akan selalu ada di setiap doanya" Apakah selalu yang terpendam itu pasti lebih tulus? Entahlah. Tak yang yang tau pasti tentang arti sebuah ketulusan. Tapi, aku begitu, kurasa . Biarlah tak ada yang tau tentang rasaku. Tentang kodeku. Tentang sakitku. Tentang cemburuku. Tentang senyumku. Karena kupikir, mungkin

Kegagalan = Cambuk Semangat?

Benarkah kita harus mengalami sebuah kegagalan terlebih dahulu agar semangat dalam diri kita menjadi semakin kuat? Dulu, saya sempat bingung akan pertanyaan di atas. Menurut saya, 'Kenapa harus menunggu gagal dulu baru kita semangat? Kenapa tidak berusaha dari awal saja agar nantinya tidak akan pernah ada kata gagal itu?'  Saya cenderung berpikiran begitu karena mungkin sejauh itu saya belum benar-benar merasakan apa sebenarnya makna sebuah kegagalan. Tapi, Allah memang selalu mempunyai banyak cara untuk membuat hamba-Nya sadar. Yah, kadang, manusiawi memang kalau rasa malas dalam diri itu lebih besar dari keinginan untuk maju, dan bergerak menjauhi sebuah kegagalan. Saya pernah mengalami itu, sehingga tidak dapat dipungkiri kalau saya mengalami sebuah kegagalan. Kegagalan = masalah = kenyataan tidak sesuai dengan

Mencintaimu, pagi, siang, malam.

Ini salah satu puisi dari  Andrei Aksana yang aku suka :) Maknanya dalem dan mengena :) Karena suaramu adalah keteduhan, aku mencintaimu dalam diam . Karena semua yang terpendam Tak ternilai harganya, Biar aku juga memendam. Mencintaimu diam-diam . Aku bersembunyi dibalik kata-kata, Tempatku mengagumi tanpa ketahuan.

Terkadang

Terkadang, kami wanita selalu merasa serba salah dalam usaha untuk menegarkan diri. Kami tersakiti.  Kami terluka.  Kami dicampakkan. Kami disia-siakan. Namun kami tetap tersenyum, tertawa, biasa. Terkadang. Terkadang, mereka yang membuat kami begini, tidak menyadarinya, sedikitpun.  Mereka pikir kami memang benar-benar tegar. Kami kuat. Kami hebat. Kami punya perasaan sekokoh baja. Terkadang. Terkadang, hanya kami sendirilah yang dapat memberi obat penenang pada perasaan gundah kami. Bukan kamu, bukan dia, apalagi mereka. Terkadang, usaha kami inilah yang sebenarnya membuat kami merasa kesusahan sendiri. Mereka pikir kami baik-baik saja. Tapi, tidak pernah seperti itu kenyataannya.

A Dreamer

I am a dreamer. Yes, an illusionist. Aku selalu berkhayal ketika kamu dengan sengaja membuka blog ini dan membacanya kata demi kata, serta makna demi makna.  Hanya karena kamu sebegitu ingin taunya segala tentang aku, tentang hidupku. [ Bukan karena kamu dengan tak sengaja menemukannya di situs pencarian Google ]. Aku memang pemimpi. Selalu membayangkan kamu yang memang secara diam-diam telah menguntitku  sejak lama. Kamu memperhatikan setiap detail tanda-tanda keberadaanku di Twitter atau Facebook.  Kamu yang menungguku muncul disana dengan harap-harap cemas, kamu yang menjadikan alamat profilku sebagai bookmark yang selalu dikunjungi. Dan karena didorong sikap keingintauanmu itu, kamu mencari-cari sesuatu yang baru di profile Facebook ku, lalu kamu pun menemukan alamat ini disana. Ya, aku dengan sengaja menaruhnya sembunyi-sembunyi disana, seminggu yang lalu. Agar kamu mencarinya, lalu menemukannya, kemudian

Hujan.. yang Membuatku Terjebak di Hatinya..

Hujan itu adalah hujan milik bulan Januari. Butir-butirnya kecil, tetapi jatuh di tanah pegunungan secara tak beraturan. Refleks, tubuhku menggigil dan tanganku membeku. Udara dataran tinggi yang memang sudah tak wajar itu, ditambah dengan nuansa hujan yang jatuh perlahan, membuat tubuhku tak dapat menahannya. Dan dia ada disana.  Dia melihatku kedinginan. Dia memperhatikan tanganku yang berusaha mencari tempat persembunyian. Dia mendapati bibirku yang seolah kesulitan lagi untuk berkata-kata.

Di Balik Jendela Kelas

Jendela. Ingatanku melayang ke momen beberapa taun silam. Di suatu masa ketika aku memperhatikanmu diam-diam di balik jendela itu. Kelas kita berbeda, tapi kau selalu melewati jendela kelasku sebelum menuju ke kelasmu. Entah apa itu, pertanda ataukah kode, atau sinyal mungkin, setiap kau melewatinya, bahkan ketika aku sedang asik memperhatikan penjelasan guru sekalipun, mataku pasti melirik ke tempat bayanganmu lewat, sekilas. Dan seketika itu sesuatu di dadaku ini berdebar lebih cepat dari biasanya. Sesederhana itu.