Skip to main content

Kegagalan = Cambuk Semangat?

Benarkah kita harus mengalami sebuah kegagalan terlebih dahulu agar semangat dalam diri kita menjadi semakin kuat?

Dulu, saya sempat bingung akan pertanyaan di atas. Menurut saya, 'Kenapa harus menunggu gagal dulu baru kita semangat? Kenapa tidak berusaha dari awal saja agar nantinya tidak akan pernah ada kata gagal itu?' 
Saya cenderung berpikiran begitu karena mungkin sejauh itu saya belum benar-benar merasakan apa sebenarnya makna sebuah kegagalan.

Tapi, Allah memang selalu mempunyai banyak cara untuk membuat hamba-Nya sadar. Yah, kadang, manusiawi memang kalau rasa malas dalam diri itu lebih besar dari keinginan untuk maju, dan bergerak menjauhi sebuah kegagalan. Saya pernah mengalami itu, sehingga tidak dapat dipungkiri kalau saya mengalami sebuah kegagalan. Kegagalan = masalah = kenyataan tidak sesuai dengan
harapan. Dan kegagalan itu pulalah yang membuat saya  merasa kalau pertanyaan di atas itu haruslah saya jawab dengan anggukan keras dan sedikit berteriak...
BENAAAAAAR!

Comments

Popular posts from this blog

Introvert?

Udah lama gue pengen nulis disini, tapi selalu terhalang oleh berbagai hal. Dan akhirnya sore ini, gue menyempatkan diri untuk nulis disini (btw gue masih diem di meja kerja nih, padahal yang lain udah pulang dari beberapa jam yang lalu). Guys, akhir-akhir ini gue makin menyadari kalau gue itu orangnya introvert. Oke, ini emang random banget gue ngebahas hal ini, tapi gimana ya gue lagi pengen aja ngebahas ini.  Udah cukup lama gue baca perbedaan antara orang yang introvert dan ekstrovert, dan semakin banyak gue baca semakin gue sadar kalau gue itu emang introvert. Terus apa masalahnya? Hmm, sebenernya ngga apa-apa sih, cuma kadang ngga banyak orang yang bisa memahami gue.

Cerita Tentang Persiapan Pernikahan

"Menyiapkan pernikahan? Let's do it!" Udah hampir tujuh bulan sejak acara lamaran kemarin, dan aku pengen nyeritain tentang persiapan pernikahan yang udah aku jalani. And the day tinggal menghitung hari, ngga sampe dua bulan lagi aku bakal nikah. Oh my God, it's not a dream right? Sebenernya mempersiapkan pernikahan itu gampang-gampang susah sih. Ribet-ribet simpel. Dan yang paling penting tuh jangan dibuat stress, kita harus happy saat mempersiapkannya.

Pilihan

" ... dan pada akhirnya, aku akan selalu bersyukur atas semua yang telah menjadi pilihanku saat ini. " Pilihanku untuk tidak memilihmu mungkin sempat menjadi sesuatu hal yang sulit saat itu.  Bagaimana bisa aku memilih untuk menjauhkan berbagai alasan kebahagiaanku?  Ah, tapi itu hanya pikiran dangkalku saja.  Nyatanya aku semakin bahagia sekarang.    Melihat apa yang terjadi, aku semakin yakin bahwa pilihanku tidak salah. Dan aku, mulai mengenal lagi rasa-rasa aneh yang dulu pernah ada.  Rindu tak menentu.  Harap-harap cemas dalam sebuah penantian.  Keingintauan yang mendalam.  Tentang seseorang lain yang mungkin entah akan menjadi siapa suatu saat nanti.   Atau akankah semua ini hanya berujung pada sebuah kekaguman sesaat lagi?