Skip to main content

Lirik Lagu Tak Pernah Setengah Hati - Tompi

Tak pernah setengah hati kumencintaimu
ku memiliki dirimu
Setulus-tulusnya jiwa kuserahkan semua
hanya untukmu

Tak pernah aku niati untuk melukaimu
atau meninggalkan dirimu
Sesalku selalu bila tak sengaja
aku buat kau menangis

Memiliki mencintai dirimu kasihku
tak akan pernah membuat diriku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu membutuhkan kamu

Memiliki mencintai dirimu kasihku
tak akan pernah membuat diriku menyesal
Sungguh matiku, hidupku kan selalu
membutuhkanmu



Buat kamu sayang, seseorang disana. Percaya, aku tak akan pernah setengah hati mencintaimu.

Comments

Popular posts from this blog

Introvert?

Udah lama gue pengen nulis disini, tapi selalu terhalang oleh berbagai hal. Dan akhirnya sore ini, gue menyempatkan diri untuk nulis disini (btw gue masih diem di meja kerja nih, padahal yang lain udah pulang dari beberapa jam yang lalu). Guys, akhir-akhir ini gue makin menyadari kalau gue itu orangnya introvert. Oke, ini emang random banget gue ngebahas hal ini, tapi gimana ya gue lagi pengen aja ngebahas ini.  Udah cukup lama gue baca perbedaan antara orang yang introvert dan ekstrovert, dan semakin banyak gue baca semakin gue sadar kalau gue itu emang introvert. Terus apa masalahnya? Hmm, sebenernya ngga apa-apa sih, cuma kadang ngga banyak orang yang bisa memahami gue.

Cerita Tentang Persiapan Pernikahan

"Menyiapkan pernikahan? Let's do it!" Udah hampir tujuh bulan sejak acara lamaran kemarin, dan aku pengen nyeritain tentang persiapan pernikahan yang udah aku jalani. And the day tinggal menghitung hari, ngga sampe dua bulan lagi aku bakal nikah. Oh my God, it's not a dream right? Sebenernya mempersiapkan pernikahan itu gampang-gampang susah sih. Ribet-ribet simpel. Dan yang paling penting tuh jangan dibuat stress, kita harus happy saat mempersiapkannya.

Pilihan

" ... dan pada akhirnya, aku akan selalu bersyukur atas semua yang telah menjadi pilihanku saat ini. " Pilihanku untuk tidak memilihmu mungkin sempat menjadi sesuatu hal yang sulit saat itu.  Bagaimana bisa aku memilih untuk menjauhkan berbagai alasan kebahagiaanku?  Ah, tapi itu hanya pikiran dangkalku saja.  Nyatanya aku semakin bahagia sekarang.    Melihat apa yang terjadi, aku semakin yakin bahwa pilihanku tidak salah. Dan aku, mulai mengenal lagi rasa-rasa aneh yang dulu pernah ada.  Rindu tak menentu.  Harap-harap cemas dalam sebuah penantian.  Keingintauan yang mendalam.  Tentang seseorang lain yang mungkin entah akan menjadi siapa suatu saat nanti.   Atau akankah semua ini hanya berujung pada sebuah kekaguman sesaat lagi?