Skip to main content

Di Balik Jendela Kelas

Jendela.

Ingatanku melayang ke momen beberapa taun silam. Di suatu masa ketika aku memperhatikanmu diam-diam di balik jendela itu.

Kelas kita berbeda, tapi kau selalu melewati jendela kelasku sebelum menuju ke kelasmu. Entah apa itu, pertanda ataukah kode, atau sinyal mungkin, setiap kau melewatinya, bahkan ketika aku sedang asik memperhatikan penjelasan guru sekalipun, mataku pasti melirik ke tempat bayanganmu lewat, sekilas.
Dan seketika itu sesuatu di dadaku ini berdebar lebih cepat dari biasanya. Sesederhana itu.


Di lain waktu, di balik jendela yang sama itu pula aku pernah melihatmu duduk berdua, bersama dia. Saat itu aku hanya mampu ikut men-ciecie-kanmu bersama beberapa temanku yang lain. Tanpa mereka tau, betapa sebenarnya aku ingin segera lari dari tempat di balik jendela itu, dan menyingkir sejauh mungkin.

Tapi cerita di balik jendela belum usai. Beberapa waktu kemudian, entah karena memang sudah suratan dari-Nya, atau karena begitu kuatnya doaku yang selalu menyelipkan namamu di antaranya, kitalah yang berada di balik jendela itu, namun dari sisi yang berbeda.

Di balik jendela kelas, kita pernah mengukir cerita.
Dulu. Dulu sekali.


Comments

Popular posts from this blog

Introvert?

Udah lama gue pengen nulis disini, tapi selalu terhalang oleh berbagai hal. Dan akhirnya sore ini, gue menyempatkan diri untuk nulis disini (btw gue masih diem di meja kerja nih, padahal yang lain udah pulang dari beberapa jam yang lalu). Guys, akhir-akhir ini gue makin menyadari kalau gue itu orangnya introvert. Oke, ini emang random banget gue ngebahas hal ini, tapi gimana ya gue lagi pengen aja ngebahas ini.  Udah cukup lama gue baca perbedaan antara orang yang introvert dan ekstrovert, dan semakin banyak gue baca semakin gue sadar kalau gue itu emang introvert. Terus apa masalahnya? Hmm, sebenernya ngga apa-apa sih, cuma kadang ngga banyak orang yang bisa memahami gue.

Contoh Makalah Global Warming

BAB I PENDAHULUAN 1.1    Latar Belakang Masalah Pemanasan global adalah naiknya suhu permukaan bumi sebagai akibat naiknya intensitas Efek Rumah Kaca(ERK).  Akibat adanya ERK tersebut, suhu di permukaan bumi naik.  Pengaruhnya, suhu bumi menjadi nyaman bagi kehidupan manusia.  Maka, seandainya tidak ada ERK, suhu rata – rata bumi akan – 18⁰C.  Suhu itu terlalu dingin bagi kehidupan manusia.  Dengan adanya ERK, suhu rata – rata bumi menjadi 34⁰C lebih tinggi, yaitu menjadi 15⁰C.  Jadi, ERK membuat suhu bumi sesuai dengan kehidupan manusia. Namun, dengan adanya  revolusi industry di negara – negara maju pada pertengahan tahun 1880-an, telah meningkatkan penggunaan sumber energy berasal dari bahan bakar fosil (BBF), seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, sehingga menghasilkan berbagai emisi ke udara.  Maka terjadi peningkatan emisi GRK dari karbondioksida (CO 2 ), metana (CH 4 ) dan nitrous oksida (N 2 O) yang tajam....

Pilihan

" ... dan pada akhirnya, aku akan selalu bersyukur atas semua yang telah menjadi pilihanku saat ini. " Pilihanku untuk tidak memilihmu mungkin sempat menjadi sesuatu hal yang sulit saat itu.  Bagaimana bisa aku memilih untuk menjauhkan berbagai alasan kebahagiaanku?  Ah, tapi itu hanya pikiran dangkalku saja.  Nyatanya aku semakin bahagia sekarang.    Melihat apa yang terjadi, aku semakin yakin bahwa pilihanku tidak salah. Dan aku, mulai mengenal lagi rasa-rasa aneh yang dulu pernah ada.  Rindu tak menentu.  Harap-harap cemas dalam sebuah penantian.  Keingintauan yang mendalam.  Tentang seseorang lain yang mungkin entah akan menjadi siapa suatu saat nanti.   Atau akankah semua ini hanya berujung pada sebuah kekaguman sesaat lagi?