Skip to main content

MENUNGGU atau BERUSAHA?

Mana yang lebih sulit, MENUNGGU dia yang kamu cintai mencintaimu atau BERUSAHA mencintai dia yang mencintaimu?

Kemarin-kemarin pas lagi buka twitter, ada pertanyaan itu dari akun @pepatah.  Wah, jleb banget pertanyaannya, soalnya rada sesuai sama tulisan saya sebelum ini ya, hmm.  Pas nyoba jawab sendiri, sempet bingung jadinya.  Entahlah, rasanya keduanya sama-sama sulit.  Yang tidak sulit itu ya mencintai orang yang juga mencintai kita, betul? 

Tapi, kalau memang dipaksa harus memilih, sejauh ini sih menurut pengalaman, lebih sulit buat saya untuk BERUSAHA mencintai orang yang mencintai saya.  Hmm, saya lebih suka MENUNGGU dia yang saya cintai buat mencintai saya.  Yah, begitulah. 

Saya lebih suka merasakan perasaan
senang, gembira, puas ketika orang yang saya cintai pada akhirnya mencintai saya juga. Aaaah, senangnya bukan main! Mungkin dia cuma butuh waktu buat mencintai saya, dan saya akan menunggu. Seperti itu kira-kira. 

Saya menunggu. Kamu tau? </3

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Introvert?

Udah lama gue pengen nulis disini, tapi selalu terhalang oleh berbagai hal. Dan akhirnya sore ini, gue menyempatkan diri untuk nulis disini (btw gue masih diem di meja kerja nih, padahal yang lain udah pulang dari beberapa jam yang lalu). Guys, akhir-akhir ini gue makin menyadari kalau gue itu orangnya introvert. Oke, ini emang random banget gue ngebahas hal ini, tapi gimana ya gue lagi pengen aja ngebahas ini.  Udah cukup lama gue baca perbedaan antara orang yang introvert dan ekstrovert, dan semakin banyak gue baca semakin gue sadar kalau gue itu emang introvert. Terus apa masalahnya? Hmm, sebenernya ngga apa-apa sih, cuma kadang ngga banyak orang yang bisa memahami gue.

Cerita Tentang Persiapan Pernikahan

"Menyiapkan pernikahan? Let's do it!" Udah hampir tujuh bulan sejak acara lamaran kemarin, dan aku pengen nyeritain tentang persiapan pernikahan yang udah aku jalani. And the day tinggal menghitung hari, ngga sampe dua bulan lagi aku bakal nikah. Oh my God, it's not a dream right? Sebenernya mempersiapkan pernikahan itu gampang-gampang susah sih. Ribet-ribet simpel. Dan yang paling penting tuh jangan dibuat stress, kita harus happy saat mempersiapkannya.

Pilihan

" ... dan pada akhirnya, aku akan selalu bersyukur atas semua yang telah menjadi pilihanku saat ini. " Pilihanku untuk tidak memilihmu mungkin sempat menjadi sesuatu hal yang sulit saat itu.  Bagaimana bisa aku memilih untuk menjauhkan berbagai alasan kebahagiaanku?  Ah, tapi itu hanya pikiran dangkalku saja.  Nyatanya aku semakin bahagia sekarang.    Melihat apa yang terjadi, aku semakin yakin bahwa pilihanku tidak salah. Dan aku, mulai mengenal lagi rasa-rasa aneh yang dulu pernah ada.  Rindu tak menentu.  Harap-harap cemas dalam sebuah penantian.  Keingintauan yang mendalam.  Tentang seseorang lain yang mungkin entah akan menjadi siapa suatu saat nanti.   Atau akankah semua ini hanya berujung pada sebuah kekaguman sesaat lagi?